Sunday, September 9, 2012

S'perti Bapa Sayang AnakNya

Bapa, besar sungguh kasih setiaMu Nyata sungguh perlindunganMu Tak satu kuasa, mampu pisahkan aku dari kasihMu..

Bapa, ajarku s'lalu hormatiMu Ajarku turut perintahMu B'rikanku hati, tuk menyembahMu dan bersyukur s'tiap waktu..

S'perti Bapa sayang anakNya Demikianlah Engkau mengasihiku Kau jadikan biji MataMu Kau berikan s'mua yang ada padaMu..

S'perti Bapa sayang anakNya Demikianlah Kau menuntun langkahku Hari depan indah Kau beri RancanganMu yang terbaik bagiku..

#life is such a pressure these days.. :D' And one i know tonight is: GOD is also such a TREASURE everyday. :) that He can ASSURE my life, and also yours. Trust me, it happenned already! :)

Saturday, September 1, 2012

Dalam Yesus

DALAM YESUS Sari Simorangkir Album Desire - Edward Chen

KEKUATAN DI HIDUPKU KU DAPAT DALAM YESUS DIA TAK PERNAH TINGGALKANKU SETIA MENOPANGKU BERSERU, BERHARAP DALAM YESUS

REFF: AJAIB KAU TUHAN, PENUH KUASA SANGGUP PULIHKAN KEADAANKU DALAM TANGAN-MU, S'LURUH HIDUPKU TAK AKAN GOYAH SELAMANYA

Sunday, August 19, 2012

God of My Forever

God of my youth I remember Your call on my life took me over Your love has seen me through all my days I stand here by Your grace On this altar I’ve written my life Tells of a story I have with You my Lord I want the world to know

God of my forever and forever I’m with You My life is saved with a price Your sacrifice redeemed my soul God of my forever and forever I will sing My greatest honor will always be To serve my Lord and King

God of my all I’ve surrendered My heart finds its rest in Your word Praises will not be enough to show How my love for you has grown Nothing matters when You’re here with me In the end just to hear You say “well done” Bowing before Your throne

Forever and ever Jesus You alone in glory reign Forever and ever With You I walk this narrow way

Thursday, July 26, 2012

PDP (Professional Development Program) 4

Hola halo! :D

Lama tak posting.. :) First thing first, jadi aku bakal posting dan share-kan dr hal2 yg slama ini mau diceritakan.. Jadi dr yg paling awal sebelum aku memasuki beberapa waktu crowded ini.. Pertama, yaitu tentang PDP 4.. :) yang udah kami lalui bareng2 di akhir semester 4. Tahun lalu, juni 2011.. :P

Jadi setelah pulang dari kamp Astor 2011, kami hotelier, besoknya sore2 gitu udah disuruh stand by gitu sih untuk yang wine-testing. Tempatnya asik, keren, di Platinum Grill :) disitu ad dikenalin tentang jenis2 wine, asalnya, cara pembuatannya, cara membaca botol wine, cara membuka tutup botol wine, menuangkannya ke gelas.. Terus gelas seperti apa yang cocok untuk white wine, red wine, alasannya kenapa.. Gitu2.. :D' aku kena shift 2 sih, jadi udh malam jam 7 gitu baru mulai, udah laper banget tapi masih harus denger pembelajaran kayak gitu dulu :)

Finally makan malam. Tapi kan ga mungkin kita dibiayai untuk makan 1set menu dinner disitu.. :P jadi kita makannya ala wine-testing.. Dituangi sedikit wine, trs dipimpin sama instruktur nya untuk nyoba 1 per 1 daging ikan, sapi, ayam.. Yang mana lebih cocok.. :) trus dikombinasikan dengan saus.. Saus mayonaisse (kalo ga salah), mushroom sauce, dll, dicoba untuk sama2 ngebandingin rasanya cocok untuk ditemeni anggur yang mana.. Gitu.. :)

Yah, terus itu juga jadi momen perdana aku minum alkohol.. :) senang, excited, tapi cukup kecewa, karena rasanya pahit! Hhaha. Ya gitu deh, jadi cuma bisa minum dikit, dan agak mabuk dikit katanya, terus besoknya agak(lumayan) gatal2 sih.. :P #berlangsung sampai beberapa hari..

Besoknya ya gitu, sesi2 di kampus.. :) pemantapan untuk memasuki semester 5, saatnya TOMH dan OH.. :) sesuatu yang kami nanti-nantikan.. #eyelashing..

.. Hahaha..

Oke, sampai situ dulu.. :D Thx for reading, semoga berguna buat para hotelier yang membacanya ;)

Gb :)

Thursday, May 3, 2012

EOFZQ....

eofzq qrqsqi ltlxqzx nqfu ofrqi... :)

ltlxqzx nqfu iqkxlfnq dtdwqvq aozq stwoi rtaqz jqrq Lqfu Htdwtko eofzq ozx ltfroko... nqozx ZXIQF

:)

rqf qaqf ltsqsx roxpo gsti pqkqa rqf vqazx...

UWX... ^^

3rd of May, 2012-05.15am

hai... ! iseng-iseng aja terbersit untuk ngepost lagi. :D meskipun sebenarnya lagi ga ada yang terpikir untuk dituliskan sih, tapi kasian ni blog udah terabaikan selama beberapa bulan.. ckckck...

Subuh ini,tanpa perlu melewati fase "tidur", aku udah bangun sedari tadi. dan siklus ini akan berlangsung sampai kurang lebih 3 hari operasional ke depan.. sabtu, minggu, senin ga ada siklus "kelelawar" kayak ginian, tapi entah lagi kalau sindromnya ga hilang di 3 hari itu.... :D

Ga rasa udah masuk ke bulan mei. :) bulan yang mengingatkanku akan banyak hal... ini, itu, ini, itu... :D Beberapa minggu lalu keinget papa lagi, ahhh rasanya ga enak... >.< sempat beberapa saat, tiap penat ngurusin skripsi atau persiapannya (sekarang udah berjalan sih), dan mendapati aku lagi ada di momen yang padat dan dinamis, yang menuntut aku untuk ga egois, ga malas kayak dulu, ya gitu... sesekali melihat orang lain... ada beberapa orang, beberapa temen bahkan, yang hidupnya masih asal-asalan (bukan berarti hidupku perfect lohhh!), suka malas-malasan, ga pernah mikirin orang lain, ga peduli sekitarnya, masih manja-manjaan... tapi mereka punya mama-papa, kakak-adik.. keluarga yang lengkap.. minimal orang tua lengkap lah.. heheh. senang sekali ...:)

Sempat di suatu waktu, aku bilang dalam hati ke Tuhan: "boleh ga, dengan keadaan Yenni yang sekarang, dengan setiap perubahan yang aku lakukan, setiap penyangkalan diri yang aku lakukan, Yenni dapatin apa yang temen-temen juga dapat? seperti sehariiiii aja bisa punya mama-papa.. sekarang.."

Pertanyaan bodoh, konyol, tapi di saat itu aku bener-bener merasa aku lebih pantas dari teman-temanku.. seakan-akan bertanya mana keadilan? kenapa yang udah umur 20 tapi sifatnya kayak anak-anak nyebelin setengah mati, Tuhan kasih berkat segede itu buat dia, tapi aku ga ?aku juga mau.. tapi kenapa ga ?

Tapi untungnya aku berhasil memadamkan emosi ini. emosi yang bergejolak, suara seorang Yenni yang masih seorang anak disamping ia dianggap seperti "mama" untuk beberapa orang... aku ingat2 lagi, waktu awal-awal papa pergi, dan gimana caranya aku bangkit... dan aku mempraktekkan hal yang sama sekali lagi... yang paling simpel, ya belajar percaya kalo Rencana Tuhan selalu baik dan indah.... :)

dalam setiap keadaan buruk yang kita alami, Tuhan punya maksud...:)

Apa masalahmu hari-hari ini? apa beban hidupmu? ayo belajar mengucap syukur, tidak membanding-bandingkan diri dengan kelebihan orang lain dan menjadi kecewa dan bersungut-sungut.. :) belajar bangkit... belajar hidup dengan harapan penuh bahwa hidup kita ini anugrah... anugrah yang indah.. :)

Mmmm last, hargai keberadaan kedua orangtuamu sekarang (kalau masih lengkap ataupun ga)... banyak orang-orang disekitarmu yang udah ga bisa lagi memiliki apa yang kamu punya sekarang yang kamu anggap itu udah biasa dan normal untuk dimiliki... hargai keberadaan mereka bukan dengan balas budi mengajak ortu ke luar negeri atau membelikan barang mahal, tapi lebih dari itu, beri kasihmu, beri perhatianmu, beri senyumanmu, beri waktumu, beri karaktermu yang sudah berkembang menjadi dewasa, beri hidupmu yang sudah diubahkan oleh Kristus... ya, berilah sekarang,, jangan tunda-tunda lagi...

...

...

:) -sedankberjuank

Friday, February 24, 2012

Bukan sekedar tulisan, tapi BACAAN.... !! :D

DAFTAR BACAAN

Jackie and Debbie, LADY IN WAITING, Bandung : Pionir Jaya, 2005 (terjemahan)
Ludy, Eric and Leslie, WHEN GOD WRITES YOUR LOVE STORY, Yogyakarta : Gloria Graffa, 2009 (terjemahan)
Mc Dowell, Josh and Jones, TANYA JAWAB KAWULA MUDA, Surabaya : Yakin, 2002 (terjemahan)
Santoso, Magdalena Pranata, ETIKA, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2008
Trisna, Yonathan, BERPACARAN DAN MEMILIH TEMAN HIDUP, Bandung : Kalam Hidup, 1987
Wijanarko, Jarot, LOVE, SEX, AND DATING
Before 30 : Pustaka Rajawali (Buku Biografi)
MY LOVE CONFERENCE (Video Kotbah Pdt. Philip Mantofa)

Berpacaran yang Sehat, Seimbang, dan Kudus

Berpacaran yang sehat, seimbang, dan kudus diawali dari mendengarkan suara Tuhan. Minta pimpinan Roh Kudus dan bergumullah untuk pasangan hidup kita. Berikut adalah 7 tipe hubungan yang sehat, seimbang, dan kudus dari awal (hanya beberapa contoh:

1.Cinta saling bersambut/tidak bertepuk sebelah tangan (amos 3:3)
2.Kita tidak bergantung dengan pasangan kita, juga tidak berpacaran karena rasa bersalah atau kasihan
3.Kita tidak menjadikan pacar kita sebagai sumber kesembuhan batin kita
4.Kita mencintai pasangan kita apa adanya, bukan karena keadaan fisik atau materi dari pasangan kita
5.Cinta yang kita alami bukan karena sekedar cinta lokasi (memang dapat terjadi, namun jangan terburu-buru untuk menjalin hubungan berpacaran)
6.Kita tidak menjadikan pacar sebagai objek untuk menyenangkan diri sendiri (mengambil keuntungan untuk ditraktir, untuk dipuji orang lain, dan lain sebagainya.)
7.Kita memang mencintai orang yang statusnya single juga/available (bukan milik orang lain)

:)

Menjadi Wanita dalam Penantian

Cinta bukanlah menuntut, namun memberi. Apabila kita ingin memiliki pasangan yang baik dan dewasa contohnya, maka mari kita belajar bersiap menjadi seorang pacar yang baik dan dewasa juga. Lakukanlah apa yang kita ingin orang lakukan ke kita (bukan tentang balas budi), jadilah wanita yang memberi dan percaya bahwa kita akan menuai apa yang akan kita tabur selama masa penantian ini. (Galatia 6:9)

Sebagai awal, dalam masa single kita ini, mari kita menjadi wanita yang menyerahkan hidup kita tanpa ragu kepada Tuhan, belajar menjadi wanita yang rajin (highly intellectual), wanita yang beriman (highly spiritual), wanita yang penuh kebajikan (highly influential and attitude), wanita yang penuh pengabdian (memberi waktu untuk Tuhan dengan sungguh-sungguh, karena dalam masa single, kita dapat menggunakan waktu kita lebih efektif untuk Tuhan daripada saat telah menikah dan memiliki lebih banyak kegiatan, tanggung jawab dan tugas), wanita yang murni (menjadi kudus dalam segala aspek, ingat pernikahan kudus dimulai dari pacaran yang kudus), wanita yang memiliki rasa aman (tidak perlu merasa harus mengejar atau menarik perhatian lawan jenis untuk dilirik, diperhatikan dan dicintai), wanita yang puas (jangan merasa tidak puas saat masih lajang, jangan mengasihani diri sendiri dengan keadaan masih belum punya pasangan), wanita yang penuh keyakinan, dan menjadi wanita yang sabar.

Ada banyak contoh wanita yang benar-benar memuliakan Tuhan yang tidak memiliki teman hidup tetapi tetap merupakan wanita yang sabar. Seorang wanita dalam penantian menuliskan ini: “Saya percaya salah satu bagian dari menjadi Wanita yang Sabar adalah dengan jujur menghadapi masa depan. Bagiku itu berarti menyadari bahwa aku mungkin tidak akan pernah menikah.” '

John fischer menuliskan ini : “Allah telah memanggilku untuk hidup sekarang. Ia telah menyadari potensiku sepenuhnya sebagai seorang manusia saat ini, ia ingin aku penuh rasa syukur akan keberadaanku dan menikmatinya secara maksimal. Aku memiliki suatu perasaan yang aneh bahwa jika seorang lajang yang selalu ingin menikah, akhirnya mungkin menikah, ia akan mendapati semua yang tercakup dalam pernikahan, dan berharap bahwa ia lajang kembali! Ia akan bertanya pada dirinya, ‘mengapakah aku tidak menggunakan waktu bagi Tuhan saat aku tidak memiliki begitu banyak kewajiban? Mengapa aku tidak memberikan diriku sepenuhnya kepada Dia saat aku masih lajang?’”

Wanita lajang dapat terlibat dalam pekerjaan Tuhan pada suatu tingkat yang tidak dapat dicapai oleh seorang wanita yang telah menikah karena tanggung jawab dan gangguan yang dihadapinya sebagai istri dan ibu. Dalam masa lajang ini kita harus isi tanpa rasa mengasihani diri sendiri dengan hanya menanti siapa pasangan hidup kita yang akan Tuhan beri, dan hendaknya kita mencontoh Rut yang dalam masa jandanya pun ia tetap menjadi wanita yang rajin dalam melayani Tuhan. Dan tentu saja keterlibatan dalam melayani Tuhan selalu menuntut suatu pengorbanan. Dan kerap kali terdapat berbagai penghalang, seperti membanding-bandingkan diri dengan wanita lain, mengutamakan diri sendiri, rasa kuatir, dan rasa ragu-ragu akan masa depan kita. Namun mari kita tetap bertekun, bersabar, berharap pada Sumbernya. Biar Tuhan saja yang menulis kehidupan cinta kita. (Baca kitab Rut)

Prinsip-prinsip sebelum Memulai Berpacaran

Janganlah terburu-buru berpacaran sebelum mengetahui dari Tuhan bahwa “si dia” adalah pasangan hidup yang ditetapkan menjadi partner hidup kita. Syukurilah apabila sekarang kita masih single, itu artinya kita masih memiliki banyak waktu juga untuk banyak bergaul dan berbenah diri serta bersiap (secara mental juga) untuk memiliki partner hidup kita nanti. Di antara semua buku yang saya baca dan video yang saya tonton, saya sangat tertarik dengan video Kotbah yang berjudul My Love Conference. Dalam video itu diberikan 7 checklist yang menjadi prinsip sebelum memulai berpacaran.

1.Komitmen untuk bertumbuh secara pribadi di dalam Kristus
Tuhan ingin kita memiliki pasangan yang sepadan, seiman (2 Kor 6:14). Karena bangunan yang kokoh, harus didirikan dengan pondasi dan dasar yang teguh. Kalau dasar iman dari berpacaran saja sudah tidak sama, bagaimana selanjutnya? Pasti selalu akan bersinggungan, dan hubungan menjadi tidak sehat. Oleh karena itu, dari kita pribadi hendaknya membuat terlebih dahulu komitmen untuk sungguh-sungguh hidup menjadi anak Terang, yang bertumbuh dalam Kristus.

2.Memiliki visi untuk menyenangkan hati Tuhan
Saat kita memilih untuk punya pasangan hidup yang cinta akan Tuhan, itu masih belum cukup. Milikilah dan jadilah pasangan hidup yang takut akan Tuhan, yang selalu menempatkan Tuhan di tempat pertama, selalu bergantung pada Tuhan. Maka Tuhan akan berkati kehidupan pacaran kita menjadi kudus, yang berkenan padaNya.

3.Jujur
Sangat mudah diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. Bagaimana kita dapat memasuki sebuah hubungan yang kudus dan memberkati orang lain sedangkan kita masih sering berbohong meski dalam hal-hal kecil. Jujur itu sangat penting.



4.Dewasa dan bertanggung jawab
Dewasa tidak diukur hanya dari usia, melainkan dari respon hati dan kemampuan kita untuk mengambil keputusan. Maka, tidak ada patokan spesifik umur berapa yang tepat untuk kita memulai berpacaran. Namun jika dipandang dari sisi kestabilan emosi dan psikologi, berpacaran hendaknya di umur 20 keatas karena apabila masih dibawah umur 20, emosi kita masih labil dan belum kuat secara mental (mengingat kesibukan dalam studi dan juga masalah-masalah yang akan dihadapi saat berpacaran nanti). Bertanggung jawab juga berbicara tentang apakah kita sudah mengerti setiap konsekuensi yang akan dihadapi dalam setiap keputusan yang akan diambil saat berpacaran nanti. Tidak hanya tentang tanggung jawab kepada manusia, tapi juga kepada Tuhan. Apakah kita masih dapat menunjukkan ke Tuhan kalau dengan berpacaran pun, kita tetap dapat memiliki kehidupan yang bermakna dan tambah maju dalam Tuhan dengan mengisi waktu yang kita miliki dengan sungguh-sungguh? (Efesus 5:15-16)

5.Gambar diri yang sehat
Sebelum memulai berpacaran, hendaknya kita tidak dalam keadaan minder atau malah sombong. Benarkan motivasi berpacaran dan milikilah gambar diri yang sehat, karena Tuhan menciptakan kita semua ini indah dan berharga di mataNya. Saat kita dapat menerima diri kita apa adanya, saat itu juga kita dimampukan untuk menerima orang lain (termasuk pasangan kita) sehingga hubungan akan berjalan sehat dan tidak timpang.

6.Sikap positif dalam hidup
Kita harus menjadi para pasangan yang berdampak bagi dunia ini, menyenangkan Tuhan, bukan diri kita sendiri. Kalau semua yang kita katakan dan lakukan hanyalah semua yang negatif, tidak berguna dan membangun, dapatkah hubungan kita memberkati orang lain? Dapatkah dunia lihat bahwa ada Kristus dalam hidup kita dan hubungan kita? (matius 5:16; filipi 4:8; efesus 5:1-21)

7.Perasaan cinta
Kalau mau menjalin hubungan, tentu saja harus ada cinta. Cinta atau kasih hendaknya tulus, dengan motivasi yang benar, sesuai dengan 1 Korintus 13. Berdoalah selalu untuk pasangan hidup kita, apabila Tuhan belum menjawab, bukan berarti itu berarti “iya”. Semua ada masanya, maka kita harus sabar, dan bertekun sambil berharap hanya pada Tuhan.